Gereja yang Misioner, Transformis, dan Mandiri (Terwujudnya Jemaat Yang Kuat Dalam Misi & Pemuridan)

Archive for Agustus, 2012

5 JARI

JARI JEMPOL. Jari ini adalah yang paling dekat dengan Anda, ketika Anda sedang melipat tangan dan berdoa. Jadi mulailah berdoa bagi orang-orang yang paling akrab dan dekat dengan Anda. Sebutkan nama-nama mereka yang Anda kenal dengan baik. Bagi C.S. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah “tugas mulia”.

JARI TELUNJUK. Jari berikutnya si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. Ini termasuk hamba-hamba Tuhan, guru, dokter, dan para pendidik lainnya. Mereka butuh dukungan dan hikmat, agar dapat menunjukkan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakan mereka selalu.

JARI TENGAH. Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. Doakan presiden hingga para pejabat di bawahnya. Doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini publik.

JARI MANIS. Jari keempat adalah jari yang paling lemah. Nah, guru piano pun biasanya cukup kebingungan ketika berhadapan dengan si jari lemah ini. Oleh sebab itu, mari kita doakan saudara-saudara kita yang lemah, kena musibah, dll. Kita doakan bagi mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat. Mereka sangat membutuhkan doa-doa Anda, baik siang maupun malam. Tapi bukan cuma doa lho, uluran tangan juga penting!

JARI KELINGKING. Jari terakhir ini adalah yang paling kecil diantara jari-jari manusia. Inilah jari yang menggambarkan sikap kita yang seharusnya rendah hati saat berhubungan dengan Tuhan dan sesama. Jadi, jangan lupakan berdoa bagi diri sendiri, agar memuliki buah roh dan meneladani kehidupan Tuhan kita. Saran sayayang terakhir. Saat Anda berdoa bagi keempat kelompok diatas, Anda harus menaruh kebutuhan pribadi Anda dalam perspektif yang tepat, agar Anda bisa mendoakan diri Anda sendiri dengan lebih efektif lagi.

 

(Diambil dari: Warta Komisi Perempuan Latuborojo, Edisi: 5/12).

Iklan

Don’t Panic

DON’T PANIC

kISAH pARA rASUL 27:16-26

 

Salah satu hal yang berbahaya dalam hidup adalah panik. Seringkali perasaan panik dialami oleh para wanita. Ketika panik kita cenderung berbicara ngawur dan kadang bisa berbuat tindakan yang berbahaya.

Panik bisa terjadi karena pikiran kita tertuju pada hal-hal yang menakutkan, mengecewakan, atau dengan dengan kata lain keadaan sedang ditekan oleh pikiran sendiri. Orang yang panik melihat Tuhan itu jauh bahkan seringkali timbul pikiran salah tentang Tuhan.

Apa yang diceritakan pada ayat 20 seringkali juga kita alami. karena putus harapan, akhirnya kita melakukan perbuatan-perbuatan yang keliru karena diliputi oleh situasi tidak berpengharapan.

Hari ini kita belajar dari Paulus. Ia tetap berdiri tegak dalam masa yang tak berpengharapan. Bahkan ia memberi kekuatan kepada mereka yang tak berpengharapan walau dia pun sebenarnya dalam keadaan yang sama. Karena ketika kita menghibur orang lain sama artinya kita menghibur diri sendiri. Ketika kita membawa berita baik, maka kita juga turut diselamatkan.

Hal kedua, Paulus berjumpa dengan Malaikat Tuhan. Itu menunjukkan bahwa ia tetap berkomunikasi dengan Tuhan dalam segala keadaan. Itulah sebabnya ia tidak terikat dengan kepanikan. Ia mengikatkan dirinya pada janji Tuhan. Hanya Tuhan yang menjadi kota benteng dan perlindungan kita. Tak ada yang perlu dikuatirkan.

WANITA, jangan biarkan kepanikan menguasai dirimu. Jadilah wanita-wanita Allah yang memiliki ketenangan dan bersandar penuh pada Tuhan. (Ipen)

 

(Diambil dari: Warta Komisi Perempuan Latuborojo, Edisi: 5/12)