Gereja yang Misioner, Transformis, dan Mandiri (Terwujudnya Jemaat Yang Kuat Dalam Misi & Pemuridan)

Tentang Kepribadian

KEKUATAN KEPRIBADIAN

–          Definisi Kepribadian adalah:

  • Kepribadian berasal dari kata “personality” yang berasal dari kata  “personal” (latin) yang berarti “kedok” atau “topeng” atau tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung / sandiwara yang maksudnya untuk menggambarkan prilaku, watak, atau pribdi seseorang.
  • May : Kepribadian adalah nilai perangsang (stimulus) bereaksi. Jadi, bagaimana orang lain itu bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian (Agus. Sugianto, 1980 : 20 )
  • M. Prince : Kepribadian adalah keseluruhan watak lahiriah yang berpadu dengan watak yang diperoleh dari pengalaman ( Agus. Sugianto, 1980 :20 )
  • Adolf. Heuken. S. Y. : Kepribadian diartikan sebagai pola semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang baik yang jasmani, mental, rohani, emosional, maupun yang sosial. Semua ini telah ditatanya dalam cara yang khas, di bawah beraneka ….. dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya ( 981 : 14-16 )
  • Dari perumusan umum, definisi tersebut diperoleh unsur-unsur  dalam kepribadian yang meliputi: Perwujudan dari yang kelihatan (appeareance) & Perwujudan yang tidak kelihatan (kehidupan batin / “inner life”)

–          Jadi, Kepribadian meliputi: karakter (watak), tempramen (sifat), interest (minat), ability (kemampuan), physical (keadaan jasmani), dan characteristic (ciri khas).

–          Hambatan-hambatan dalam mengatasi pribadi: diri sendiri, pengaruh sekularisasi, pola hidup modern dan hedonisme, perkembangan moral yang rusak, tontonan-tontonan kebejatan moral.

Christian Mind

–          Apakah pikiran Kristen itu? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu memahami apa yang disebut dengan pikiran sekuler / duniawi. Dalam kehidupan sehari-hari, rupanya pikiran Kristen sudah tidak ada lagi dalam kehidupan kita Lalu, apa yang ada?

  1. Christian Ethic / Christian Practice (praktek tingkah laku Kristen). Orang Kristen yang hidupnya sehari-hari mempraktekkan tingkah laku Kristen yang sebenarnya tidak berbeda dengan orang-orang non-Kristen. Misalnya, tidak bertanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaannya, tidak disiplin, suka menipu, berbohong, dan sebagainya.
  2. Christian Spirituality (Spiritualitas Kristen). Orang Kristen yang hidup sebagai makhluk rohani atau bergairah rohani, yang mencoba untuk hidup dengan tradisi agama yang agak berbeda dengan agama.
  3. Split Personality (Hidup dalam dunia). Orang Kristen dimana-mana mengembangkan split personality-nya karena tidak ada pikiran Kristen dalam hidupnya. Misalnya, Hari Minggu hidup sebagai orang rohani (Christian Spirituality), tetapi pada hari-hari lain sebagai orang duniawi.

–          Berpikir sekuler adalah berpikir dalam suatu pola pemikiran yang diikat oleh batasan kebutuhan masa kini. Berpikir secara Kristen adalah menerima segala sesuatu dengan pola pemikiran yang bersangkut paut dengan Kristus dan hal-hal yang kekal. Jadi, Kehidupan Kristiani adalah kehidupan dimana orang Kristen betul-betul menempatkan Tuhan menjadi pusat segala sesuatu dalam setiap aspek kehidupannya.

–          Harry Blaminer dalam bukunya The Christian Mind memberikan beberapa tanda dalam pemikiran orang Kristen yang seharusnya mempengaruhi seluruh kehidupannya, antara lain:

  1. Its Supernatural Orientation (Orientasi Supranatural). Orientasi pemikiran Kristen melihat sejak sesuatu di seberang sana (it looks beyond this life to another one). Hakekat kehidupan sebagai sesuatu yang tidak pernah berdiri sendiri (independent).
  2. Its Conseption of Truth (Konsep yang jelas tentang kebenaran). Kebenaran bagi orang Kristen sumbernya semata-mata bukan filsafat manusia.
  3. Its Acceptence of Authority (Penerimaan terhadap otoritas). Orang dunia tidak mengenal otoritas sejati, karena bagi mereka otoritas itu adalah kuasa dan hak yang dimiliki oleh orang karena kelebihan-kelebihan talenta. Orang Kristen wajib mengakui otoritas karena itu adalah perintah Tuhan:
  • Dalam hubungannya dengan pemerintah, kita mengakui pemerintah (Rm. 13:1-7; 1Pet. 2:13-17; Mat. 22:21).
  • Dalam hubungannya dengan orang tua (Kol. 3:20; Mat. 15:4-9; Efs. 5:22-23).
  • Dalam hubungannya dengan suami-istri, misalnya ajaran penundukan diri (1Pet. 3:1-7; Efs. 5:22-23).
  • Dalam hubungannya dengan pendeta dan pemimpin jemaat (Mat. 23:2,3; 1Tim. 5:17,18).
  • Dalam hubungannya dengan gereja sebagai tubuh Kristus (Efs. 4:1-16; Rm. 12:1-8; 1Kor. 12:1-31).

4. Its Concern for Person(Memperhatikan manusia). Memikirkan         manusia adalah dalam bentuk menghargai manusia, tidak memperlakukan         manusia sebagai “mesin” atau “binatang”.

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (Amsal 27:17)

–          Kesan pertama:

  • Memiliki penampilan fisik yang prima (1Kor. 6:20).
  • Tidak memanjakan tubuh melainkan melatih tubuh melakukan kehendak Allah (1Kor. 9:27).
  • Penampilan selalu ceria dan sehat (1Tes. 5:16).
  • Berpakaian sopan, rapi dan serasi (1Tim. 2:9).
  • Mempunyai percaya diri yang kuat.
  • Keluwesan dalam bergaul.

GOOD MANNER (ETIKA SOPAN SANTUN)

–          Memiliki sopan santun dan tata kram kehidupan yang baik (Rm. 13:13; 1Tes. 4:12).

–          Bersikap selalu ramah tamah (1Kor. 4:13; Efs. 4:13; 2Tim. 2:24; Ti. 3:2).

MENTALITY (MENTALITAS)

–          Kepribadian yang memperngaruhi pelayanan.

–          Taat dan setia kepada kebenaran (2Tim. 3:14).

–          Tidak menurut emosi, melainkan sabar (Rm. 12:12).

–          Tidak berharap dan mengandalkan manusia (mental giat dan pemimpin) – Yer. 17:7,8.

–          Tidak menjadikan pelayanan sebagai tempat untuk mencari hidup.

–          Berkata-kata penuh tanggung jawab (Ams. 18:21).

–          Memiliki disiplin tinggi, dimiliki dari diri sendiri (1Tes. 15:14; 2Tes. 3:11).

–          Tidak tawar hati dalam kesukaran (Ams. 18:4; 2Kor. 4:16-18).

–          Sukses dan gagal pelayanan sebagian besar terletak pada peranan kepribadian.

–          Penampilan pribadi hamba Tuhan di hadapan jemaat dan masyarakat bukan saja sebagai publik relation, tetapi juga sebagai public figure yang memberikan keteladanan.

TEMPRAMEN

–          Melankolik –> murung, cemas, sederhana, pesimis, menyendiri, tak dapat bergaul, pendiam.

–          Kolerik –> mudah tersinggung, tidak tenang, agresif, mudah tergugah, gampang berdebat, ikut suara hati, optimis, aktif.

–          Flegmatik –> pasif, hati-hati, bijaksana, menguasai diri, pendamai, dapat dipercaya, berwatak tegang, tenang-kalem.

–          Sanguin –> mudah bergaul, ramah, banyak bicara, responsif, tidak suka repot, bersemangat, acuh, kepemimpinan.